Tittle : I love You Even is hurt (apa enggak kepikiran lagi ?? bingung)
Rate : Pg 13
Cast : Shim Changmin – Park Shin mi ——————————————————————————————————————————————————-
“Apa kau baik-baik saja, hm ?” Suara pelan gadis itu memecah keheningan ditengah malam yang terasa dingin.Mata lelaki yang terpejam itu terbuka.Sorot matanya terlihat lelah, tercampur gumulan segala pikiran yang memenuhi pikirannya.Otaknya yang kecil kenapa bisa begitu banyak memuat hal yang menyakitkannya? Changmin hanya tersenyum.Tangangnya yang panjang makin mengeratkan pegangannya di tubuh ramping gadis yang tertidur disampingnya.Ia tak terlalu ambil pusing dengan ocehan gadis itu sebelumnya.Percuma gadis itu akan terus saja menyahutnya kalau ia meladeninya.Hingga membuat kantung matanya itu bertambah saja.
“Bisakah aku memelukmu sampai pagi?” Lelaki jangkung itu kembali mengeratkan pelukannya, semakin merapat lalu memundurkan badannya kemudian membenamkan kepalanya ke dada gadis didepannya.Nafasnya yang berat menyapu kulit gadis itu hingga memberikan kesan nyaman.Seolah dirinya adalah tumpuan dan alasan terbaik bagi lelaki itu bertahan mengahadapi segalanya.Shin mi berani bertaruh kalau dadanya bergemuruh tak tentu, rasanya jantungnya ingin melompat keluar lalu bereriak kepada Changmin : Kau membuatku gila !! tapi ia rasa tak mungkin.Tubuhnya mematung seketika tetapi berangsur-angsur lebih baik kemudian.
Tapi Shin mi tak mau mengalah.Gadis itu juga sengaja memundurkan badannya hingga mensejajarkan hidungnya dengan hidung lelaki mancung dihadapannya.Dia menyentuhkan ujung hidungnya dengan ujung hidung lelakinya.Mememjamkan matanya lalu menghirup kuat-kuat nafas disekitar muka Changmin.Changmin tersenyum mendengar dengusan nafas gadis yang wangi itu mengusik dirinya yang setengah tertidur.Rasanya memang terlihat aneh tapi entah, Shin mi menyukai bau tubuh Changmin.Ia ingin mengikat Changmin denganya. Kebahagian dan kesedihan Changmin ia ingin merasakannya juga meski itu tak mungkin.Beban di pundak Changmin tak seberat ketika ia malas untuk memakan paprika, sayuran yang dibencinya.Bisa saja ia membuangnya ketika ibunya tak melihatnya dan melewatinya begitu saja.
Tapi masalah Changmin dengan SM bukan sama sepertinya.Suka tak suka ia harus menghadapinya.Dan yang paling menyebalkan Changmin belum mendapatkan hasil akhirnya.
“Biarkan aku menghirup nafasmu,changmin ah..aku iri pada mereka yang menyelimutimu ketika kau tertidur, ketika kau tak bersama ku atau ketika kau terdiam ketika pikiranmu melayang entah kemana.”
Suara Shin mi kedua kalinya membuat matanya terbuka total perlahan, lalu menggesekan ujung hidung mereka yang sangat dekat.Tangannya mengusap pipi gadis yang tertidur disampingnya dengan lembut,Lalu mencubitnya tiba-tiba.Gadis itu mengerang kesakitan, kemudian mendelik tajam seolah-olah ingin membunuh Changmin.
Tapi tentu saja bohong.Mana mungkin ia membunuh pria jangkung yang sedang rapuh ini.Lelaki yang selalu menyembunyikan diri dibalik kata-katanya yang tajam dan ia tunjukan dirinya hanya untuk dirinya sendiri.Sesuatu yang terlihat baik diluar tak selalu sama dengan apa yang ada didalam.
“Aku mencintaimu..”Ucap Changmin menatap lekat-lekat pada mata Shin mi. Hening.Tak ada jawaban tapi segaris senyuman tertarik di dua sudut bibir Shin mi.Changmin melihatnya dengan heran.Bibirnya mengerucut dahinya ikut mengerut tak mengerti.Ah ia mulai menggumam tak jelas lagi.
“Kenapa kau tak menjawab ku ?”Tanya Changmin. Shin mi menggeleng lalu menatap sepasang mata Changmin sedikit berat hati dan menahan suaranya yang bergetar.Ini akan sulit.”Bisakah kau tertidur saja lagi? aku menyesal membuatmu harus mengatakan hal itu.”Batin Shin mi menggumam.Ia mengerejapkan matanya mengusir rasa takut dihatinya.Ia mulai mengelus lengan Changmin yang berada diatas pingangganya.Menatap dari ujung jari-jarinya lalu berakhir kembali ke mata Changmin.Shin mi menghela nafasnya lagi mengumpulkan keberaniannya.
“Apa setelah aku menjawabmu, aku akan menjadi milikmu lagi ?apa kau akan kembali padaku ?”Tanya Shin mi jelas.Matanya memelas sedih.Ia gadis yang kuat sebenarnya tapi entah semenjak bertemu Changmin ia menyadari ia punya sandaran hati juga.Ia bisa melepaskan kesusahan hatinya kepada Changmin. Changmin terdiam.Mereka berdua terdiam, merasakan aura kesedihan yang mulai menyelimuti mereka lagi.Mereka sudah terlalu lelah membahas ini.Masalah yang seharusnya tidak ada. Mereka harus berpisah meski tak ingin, semuanya nampak sempurna tak ada yang salah kecuali SM.Changmin akan come back Januari nanti.Ini menjengkelkan seperti semua rangkaian puzzle yang kau rangkai dan hampir sempurna dan akhirnya tak berhasil karena satu potongan lagi tak berhasil kau temukan.
Changmin tak bisa menyangkal atau mengelak.Semuanya ia yang minta.Bukan ia tak mencintainya Shin mi tahu itu.Hanya ia takut akan membuat gadis itu menderita dan merasa sedih.Ia bukan lelaki normal kebanyakan yang belajar lalu menghabiskan waktu luangnya dengan pacar.Waktu adalah sesuatu yang jarang didapatinya.Ia tak mau juga SM mengendus Shin mi lalu sengaja membuat hubungannya dengan Shin mi hancur, seperti yang tampak terlihat homin dan jyj belakangan ini.Padahal kenyataannya tidak seperti itu.Ia tak bisa menyalahkan masyarakat yang menggap seperti itu, karena kau tau seperti yang tadi, sesuatu yang baik diluar tak tak selalu sama dengan apa yang ada didalam.Begitu juga sebaliknya.
“Aku tak ingin kau sedih demi aku.”Jawab Changmin lalu mengelus rambut Shin mi.Terlihat sneyuman dipaksakan dibibirnya.
“Aku mengerti.Tapi ini suliit Changmin ah.. aku..”Shin mi mulai terisak, suaranya bergetar air matanya mulai berjatuhan. Sudah Changmin duga akan begini.Ini baru awal, ia tak ingin melihat gadisnya terus seperti ini.Ia menyesal bertemu Shin mi.Ia menyesal menghabiskan waktu lalu menorehkan kisahnya yang indah itu dengan Shin mi kalau akhirnya akan begini.Ia membuat menderita orang terkasihnya.Ia lupa akan datangnya hari ini.Tapi ia juga tak mampu mengelak ia membutuhkan Shin mi ketika ia hampir menyerah akan masalah yang dihadapinya.Shin mi membuatnya bersemangat, membuatnya memiliki harapan untuk terus melanjutkan hidup.Mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan padanya-Ia mensyukuri nikmat Tuhan yang mempertemukan Shin mi dengannya.
“Ssh..kita sudah membicarakan ini sebelumnya.Kau akan bahagia meski akan sedikit agak lama, sedih ini akan segera hilang walau sedikit agak lama, Hm? begitupun dengan aku.”Kata Changmin menjelaskan.Ia menyentuhkan kepalanya ke kepala Shin mi lalu menyeka air mata Shin mi.Gadis itu mengangguk sekan mengerti sepenuhnya, padahal tidak.Ia tak peduli lagi. Setelah ini ia tak tau apakah ia masih tetap memiliki Changmin nya.Ia tak mau berfikir lagi, ia memeluk Changmin dengan erat.Lalu menumpahkan tangisannya lagi..dan lagi.Ia mulai berteriak meski suaranya tak terdengar jelas karena terhalang oleh badan Changmin.
Changmin memejamkan matanya terpaksa.Ia tak boleh ikut terlihat lemah, ia membalas memeluk erat Shin mi yang terkadang memukulnya lemah.Ia mengerti..Shin mi tak ingin melepasnya.Tapi ia tak punya pilihan lagi. Mata mereka berdua bertemu lagi saat matahari mulai menyorot melalu celah-celah jendela kamar Shin mi.Mata mereka bertemu kembali.Tak seperti semalam.. mereka menyambutnya dengan senang hati meski hati mereka teriris pedih.Ini janji mereka.Janji sepasang manusia yang sudah dianggap dewasa.Changmin beranjak dari tempat tidur Shin mi terlebih dahulu lalu menuju toilet meninggalkan Shin mi yang melihatnya di tempat tidur. Bruuk.. Suara pintu tolet tertutup. dan mereka kembali menangis. Sendiri. ——————————————————————————————————————————————————–
“Sudah waktunya ?”Kata Changmin diambang pintu rumah Shin mi.Keduanya tampak lebih baik setelah membasuh muka masing-masing, memkai riasan seadanya.Tak ingin terlihat begitu menyedihkan dan meninggalkan sisa-sisa air mata yang membuat mata mereka menjadi sembab.
“Aku tahu.Aku mencintaimu..”Kata Shin mi lalu menelan ludahnya.Tenggorokannya terasa kering.Mungkin ini bukan terakhir kalinya ia mengucapkan kata-kata itu.Hanya saja mungkin ini terakhir kalinya ia mengucapkan kata itu didepan Changmin.Kata-kata yang dulu ia tak pernah fikir akan ada akhrinya.
“Aku mencintaimu..” Balas Changmin. Ia tersenyum.. tangannya merapikan poni Shin mi yang sedikit tak beraturan, lalu mengusapnya pelan.Menyentuh pipinya, lalu mengecup keningnya.Merka saling memejamkan mata meresapi detik-detik terakhir kebersamaanmereka yang terasa semakin mahal.
“Sampai jumpa.”Kata Changmin mengakhiri.Raut mukanya tampak sedikit aneh.Bagimana tidak? perpisahan yang direncanakan ? sungguh-sungguh sangat aneh.
“Hmm sampai jumpa.”Ujar Shin mi sambil mengangguk-anggukan wajahnya.Wajahnya tertunduk lalu balas menatap mata Changmin.Ia ingin terlihat bahagia meski hatinya tidak.Setidaknya mereka ingin meninggalkan memori perpisahan yang indah.Meeski pada kenyataannya tidak ada perpisahan yang berbuah kebahagiaan.Apalagi tak sedikit waktu yang kau habiskan dengan “Dia” seseorang yang mengisi hidupmu.Memberikan warna-warna serta rasa-rasa yang hanya kau berdua yang merasakan.
Bruugg..
Pintu rumah Shin mi yang tadi terbuka kini tertutup mengantar Changmin yang keluar.
Shin mi masih mematung tak bergerak, ia menahan nafasnya… menahan air matanya yang ingin keluar. tapi tak bisa ia menangis meski tak bersuara. dan begitupun dengan Changmin ia masih tak bernajak sejengkal pun dari luar pintu rumah Shin mi.Ia menyenderkan punggungnya menatap tembok lain dihadapannya, bibirnya bergetar.. dan dia menangis lagi.
END—————————————————————
Komen dooong~